Pentingnya Premarital Check Up untuk Langkah Awal Wujudkan Keluarga Sehat

Premarital Check Up
Pernikahan adalah salah satu momen istimewa dan membahagiakan dalam kehidupan seseorang, sehingga tahapannya dipersiapakan dengan cermat oleh setiap calon mempelai. Premarital check up adalah salah satunya. jadawalkan segera untuk kebahagian yang seutuhnya.

Setiap orang  yang merencenakan pernikahan tentu menginginkan kebahagian dalam rumah tangga yang akan dibangun. salah satu faktor penting yang akan menentukan kebahagiaan pernikahan adalah kesehatan kedua calon mempelai, bila salah satunnya memiliki masalah kesehatan, maka kebahagiaan tidak dapat di rasakan seutuhnya. Oleh karena itu setiap pasangan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Panel Premarital (Check Up Kesehatan Pranikah)

Panel Premarital merupakan kumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk menditeksi penyakit menular, menahun atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesubuan pasangan maupun kesehatan janin.

Manfaat Melakukan Premarital Check Up?

  1. Dapat mengetahui status atau kondisi kesehatan calon mempelai secara umum
  2. Apabila terhadap permasalahan kesehatan dapat segera di tangani
  3. Sebagai tindakan preventif atau pencegahan terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang di turunkan secara genetik.

Apa Saja dan Mengapa Penting Diperiksa?

1. Hermatologi Rutin, Gambaran Darah Tepi, Analisa Hemoglobin HPLC, Ferritin, dan Badan Inklusi HbH

Pemeriksaan hermatologi rutin bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan calon kedua mempelai secara umum, deteksi penyakit infeksi, dan penyakit darah. Melalui hasil pemeriksaan hermatologi, dapat diketahui kemungkinan penyakit keturunan seperti thalassemia dan hemofilia.

Untuk mengetahui adanya thalassemia dapat dilihat dari hasil pemeriksaan hermatologi rutin, gamabaran darah tepi, analisa Hemoglobin HPLC, Ferritin, dan Badan inklusi HbH. Pemeriksaan Ferritin digunakan untuk membedakan antara anemia defesiensi besi dan thalassemia. Sedangkan untuk memastikan adanya penyakit hemofilia perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan hermatologi faal hemostasis.

2. Golongan Darah

Selain untuk kepentingan transfusi darah (jika kelak di butuhkan), juga untuk mengetahui kecocokan rhesus. Rhesus negatif jika tidak ada faktor rhesus dalam darah dan sebaliknya rhesus positif jika ada faktor rhesus di dalamnya.

Jika seorang wanita dengan rhesus negatif hamil dari suami yang mempunyai rhesus positif, ada 50% kemungkinan anak di kandung memiliki rhesus positif ( sementara 50% kemungkinan rhesus negatif). Secara alami si ibu akan menghasikan antibodi yang menyerang darah janinnya dan menyebabkan sel darah merah janin rusak, sehingga dapat mengalami anemia, kerusakan otak, jantung bahkan akibat fatal lainnya.

3. Urine Rutin

Mengetahui kondisi adanya kelainan ginjal atau saluran kemih, penyakit metabolik atau sistemik pada kedua calon pasangan.

4. Glukosa Puasa

Untuk mendiagnosis diabetes melitus yang cenderung dapat diturunka kepada anak yang di kandung.

5. HBsAg

Untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Hepatitis B, yang dapat ditularkan kepada pasangan melalui kontak fisik ( melalui darah/luka), dan kepada bayi yang dikandung.

6. VDRL/RPR

Untuk menditeksi ada tidaknya sifilis, di mana selain berakibat buruk pada penderita, penyakit ini dapat ditularkan kepada pasangan melalui hubungan seksual, atau dari ibu kepada janin yang berakibat cacat dan kematian janin.

7. Anti-Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG, dan Anti-CMV IgG*

Untuk mengetahui status kekebalan terhadap paparan toxoplasma, Rubella, dan Cytomegalovirus (TORC), Infeksi akut TORC pada saat hamil <4 bulan sebelum hamil akan berisiko pada kehamilan berupa keguguran, bayi lahir prematur, dan dapat juga menyababkan kalainan janin.

Kapan Pemeriksaan Sebaiknya Dilakukan?

Tadak ada batasan waktu yang pasti, tetapi enam bulan sebelum dilangsungkan pernikahan dianggap ideal. Pertimbangannya, jika ditemukan masalah/gangguan kesehatan, masih cukup waktu untuk melakukan konseling dan penanganan yang tepat.

Mengawali pernikahan dengan kondisi fit dan saling terbuka luar dan dalam adalah langkah awal yang baik. Saling menyalahkan terkait kesehatan pasangan dan keturunan di kemudian hari juga dapat di hindarai. Demikian lah pembahasan tentang Pentingnya Premarital Check Up  semoga bermanfaat...

0 Response to "Pentingnya Premarital Check Up untuk Langkah Awal Wujudkan Keluarga Sehat"

Post a Comment